KABARMERDEKA.ID, TONDANO – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Utara terus mendorong peningkatan literasi media di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Hal tersebut dilakukan melalui kegiatan Kuliah Perdana di Jurusan Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Manado (Unima), (Selasa, 11/08/2026).
Kedatangan jajaran KPID Sulawesi Utara diterima langsung oleh Dekan Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA, Dr. Grace S. Luntungan, M.Hum, bersama Wakil Dekan, juga Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Oldie Stevie Meruntu, M.Pd dan Sekretaris Jurusan Dr. Viktory Nicodemus Joufree Rotty, M.Teol, M.Pd.
Ketua KPID Sulawesi Utara Pengasihan S. Amisan, S.IP., M.Si, hadir sebagai pembicara utama, didampingi para komisioner, yakni Ir. Heriyanto, Yoke F.X. Senduk, S.H., M.Si, Rivan Kalalo, S.Pd., M.Pd, dan Reidi F. Sumual, S.Sos., S.H.
Dalam kegiatan tersebut, para komisioner secara bergantian menyampaikan materi kepada mahasiswa mengenai pentingnya memahami dan memilih konten siaran yang sehat, informatif dan edukatif.
Pembahasan tidak hanya berkaitan dengan isi siaran televisi dan radio, tetapi juga menyentuh perkembangan media digital yang saat ini menjadi bagian dari keseharian generasi muda.
Para mahasiswa diajak memahami P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) sebagai salah satu pedoman dalam mewujudkan penyiaran yang bertanggung jawab dan tetap memperhatikan kepentingan publik.

Di tengah derasnya arus informasi, masyarakat, khususnya mahasiswa, diharapkan tidak mudah menerima begitu saja setiap informasi yang beredar. Kemampuan untuk memeriksa sumber, melihat konteks serta memastikan kebenaran informasi menjadi hal penting sebelum sebuah informasi dipercaya maupun disebarluaskan.
KPID Sulut juga mengingatkan agar mahasiswa turut mengambil bagian dalam menjaga ruang publik, termasuk pada berbagai platform digital. Informasi yang belum terverifikasi sebaiknya tidak langsung dibagikan, terlebih jika berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring terlebih dahulu sebelum membagikan,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menurut KPID Sulut, perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk mendapatkan sekaligus menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut harus diikuti dengan tanggung jawab dan kecakapan dalam bermedia.
Melalui kegiatan ini, KPID Sulawesi Utara berharap mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni UNIMA dapat menjadi bagian dari masyarakat yang kritis dan cerdas dalam mengonsumsi informasi, sekaligus ikut mengawasi kualitas konten yang beredar di ruang publik.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan ekosistem penyiaran yang sehat, informatif, edukatif dan berimbang, serta tetap berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk Undang-Undang Penyiaran dan ketentuan P3SPS.
KPID Sulawesi Utara juga menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi penting untuk terus diperkuat. Kampus bukan hanya ruang untuk pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat strategis untuk membangun kesadaran generasi muda agar mampu menjadi pengguna media yang bijak dan bertanggung jawab.



Tinggalkan Balasan