KABARMERDEKA, TOMOHON — Dalam rangka merefleksikan momentum Hari Pendidikan Nasional 2026, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Negeri Manado menggelar kuliah tamu Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Peran Bawaslu dalam Meningkatkan Literasi Demokrasi dan Partisipasi Politik Mahasiswa” di Aula Pedagogik FIPP UNIMA, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia, Herwyn J. H. Malonda, sebagai narasumber utama bersama Tenaga Ahli Bawaslu RI, Wenly Lolong. Kuliah tamu diikuti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga pimpinan fakultas dengan suasana diskusi yang berlangsung interaktif.
Dekan FIPP UNIMA, Aldjon Dapa, dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran demokrasi dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Mahasiswa harus menjadi generasi yang kritis, cerdas, dan aktif dalam menjaga nilai-nilai demokrasi. Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan kesadaran sosial,” ujarnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Herwyn Malonda menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi dan mengawal proses pemilu. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan sekaligus kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi.
Ia menjelaskan bahwa literasi demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pemahaman teknis mengenai pemilu, tetapi juga menyangkut kesadaran kritis untuk ikut mengawasi jalannya demokrasi secara partisipatif.
“Mahasiswa harus hadir sebagai kelompok intelektual yang mampu menjaga demokrasi tetap sehat. Partisipasi politik bukan hanya datang ke TPS saat pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat, khususnya mahasiswa, ikut mengawasi proses demokrasi agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas,” jelas Herwyn.
Dalam kesempatan tersebut, Herwyn juga menyoroti tantangan demokrasi di era digital, mulai dari maraknya penyebaran hoaks, politik identitas, hingga rendahnya partisipasi politik generasi muda yang dinilai dapat memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia.
Karena itu, ia mengajak civitas akademika UNIMA untuk membangun budaya demokrasi yang cerdas melalui pendidikan politik yang sehat, penguatan literasi digital, serta pengawasan partisipatif terhadap setiap tahapan pemilu.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen UNIMA dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan dinamika sosial-politik nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan Bawaslu RI dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan generasi muda. (rain)

Tinggalkan Balasan