HALMAHERA UTARA, KabarMerdeka.ID – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur. Hal ini dibuktikan dengan digelarnya lomba tarian tradisional Cakalele dan Tide-Tide tingkat Sekolah Dasar (SD) yang resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda), E. J. Papilaya, mewakili Bupati, di halaman Kantor Bupati, Jumat (22/05/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Halmahera Utara ini ditandai secara simbolis dengan pemukulan alat musik tradisional Tifa oleh Sekda, disaksikan oleh puluhan peserta didik dan jajaran pejabat daerah.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Hertje Manuel, Kabag Umum Setda Markus Aurmatin, dewan juri, guru pendamping, serta tim penabuh tifa yang didatangkan khusus dari Desa Kakara.
Dalam arahannya, Sekda Papilaya menekankan pentingnya menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap budaya Hibualamo sejak usia dini. Menurutnya, pengenalan seni tradisi di bangku sekolah akan menjadi bekal seumur hidup bagi generasi muda.
“Kita harus bahagia dilahirkan dalam adat dan bangga dibesarkan sebagai anak-anak yang berbudaya Hibualamo. Jika sejak SD sudah terbiasa dengan tarian ini, maka seumur hidup mereka akan terus mengingat dan melestarikannya,” ujar Papilaya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa kekayaan budaya Halmahera Utara bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi telah diakui hingga kancah nasional maupun internasional. Hal ini dibuktikan melalui berbagai even besar yang pernah digelar, termasuk Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) yang membuat nama Tobelo dikenal hingga level global.
“Dunia sudah tahu tentang kita, maka kita harus terus melestarikan lewat kegiatan adat seperti ini,” tegasnya.
Sekda juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala sekolah dan guru yang telah konsisten membina talenta muda di bidang seni budaya. Ia berharap semangat ini terus dijaga agar warisan leluhur tidak punah ditelan zaman.
“Terima kasih kepada seluruh guru yang sudah mengikutsertakan siswanya. Semoga ke depan, sekolah-sekolah di Halmahera Utara selalu ramai berpartisipasi dalam setiap kegiatan kebudayaan,” tambahnya.
Di akhir sambutan, Papilaya memotivasi seluruh peserta lomba untuk mengedepankan sportivitas. Ia menegaskan bahwa keberanian tampil dan melestarikan budaya adalah sebuah kemenangan tersendiri, terlepas dari hasil juara yang akan diraih.
(Eko Putra Septiyanto)


Tinggalkan Balasan