KABARMERDEKA.ID, MANADO – Sejumlah organisasi kemahasiswaan lintas kampus dan daerah menggelar Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Transformasi Pengawasan Konten Siaran di Era Digital” di Kantor KPID Sulawesi Utara, Rabu (22/04/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh DPC GMNI Manado sebagai ruang diskusi kritis terhadap dinamika pengawasan informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

FGD tersebut menghadirkan Komisioner KPID Sulawesi Utara, Pengasihan Amisan, yang akrab disapa Bung Santo, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya pengawasan konten siaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus perlunya keterlibatan publik dalam menjaga kualitas informasi di ruang digital.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai organisasi, di antaranya GMNI se-Sulawesi Utara, HMI MPO Manado, Legal Writing Center Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), PMKRI Manado, serta PMII Manado. Kehadiran lintas organisasi ini mencerminkan semangat kolaborasi dalam merespons tantangan baru di era digital, khususnya terkait penyebaran informasi di ruang publik.

Peserta kegiatan FGD antusias bertanya kepada pemateri mengenai tema yang dibahas

Diskusi berlangsung interaktif dengan menyoroti berbagai persoalan, mulai dari maraknya disinformasi dan hoaks, lemahnya literasi digital masyarakat, hingga urgensi penguatan peran lembaga pengawas seperti KPID dalam menjaga kualitas siaran. Peserta juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif generasi muda dalam mengawal ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Selain itu, forum ini menjadi wadah pertukaran gagasan terkait model pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan platform digital. Tidak hanya berfokus pada regulasi, peserta juga mendorong pendekatan edukatif sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya verifikasi informasi.

Melalui FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang dapat menjadi masukan bagi pemangku kebijakan, sekaligus memperkuat sinergi antarorganisasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks. (rain)