KABARMERDEKA.ID, MANADO – Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda, menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap Bawaslu harus terus diperjuangkan melalui kinerja yang terukur, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pesan tersebut disampaikannya saat memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Petunjuk Teknis Indikator Kinerja Utama (IKU) Pengawas Pemilu Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung, Kamis (4/6/2026).

Menurut Herwyn, sistem IKU bukan sekadar instrumen administratif atau rutinitas pelaporan, melainkan perangkat strategis yang dirancang untuk memastikan setiap program dan kegiatan organisasi berjalan secara efektif, terukur, dan terdokumentasi dengan baik. Melalui penerapan IKU yang konsisten, setiap unit kerja memiliki arah yang jelas dalam mencapai target organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kepercayaan publik terhadap Bawaslu harus dijaga melalui kerja yang terukur dan profesional. Untuk mendorong transformasi kelembagaan yang progresif, Bawaslu perlu terus mematangkan sistem Indikator Kinerja Utama yang menitikberatkan pada capaian personal di setiap divisi,” ujar Herwyn.

Ia menjelaskan bahwa keberhasilan implementasi IKU akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan reformasi birokrasi di lingkungan Bawaslu. Sistem tersebut memungkinkan organisasi melakukan evaluasi secara objektif terhadap capaian kinerja, mengidentifikasi hambatan, serta menyusun langkah perbaikan yang berkelanjutan.

Lebih lanjut, Herwyn mengingatkan bahwa IKU harus dipahami sebagai kompas operasional organisasi. Dengan indikator yang jelas dan terukur, seluruh jajaran dapat mengetahui target yang harus dicapai, mengukur efektivitas program yang telah dijalankan, dan memastikan setiap langkah tetap berada dalam koridor rencana strategis lembaga.

“Melalui ukuran yang jelas, Bawaslu memiliki arah yang pasti mengenai apa yang harus dikerjakan sekaligus memiliki pijakan yang kuat untuk mengevaluasi apakah langkah yang dilakukan sudah selaras dengan rencana awal. Implementasi yang konsisten akan mendorong kualitas reformasi birokrasi di tubuh Bawaslu,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Herwyn juga mengajak seluruh jajaran pengawas pemilu untuk memperkuat komitmen dalam melaksanakan IKU secara sungguh-sungguh. Menurutnya, setiap capaian kinerja tidak hanya menjadi ukuran keberhasilan organisasi, tetapi juga bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum kepada masyarakat.

“Laksanakan IKU dengan sepenuh hati. Jadikan setiap kinerja sebagai bukti nyata kecintaan dan tanggung jawab kita kepada publik. Setiap capaian harus dapat dipertanggungjawabkan secara terukur, sistematis, dan berlandaskan hukum yang jelas,” tegasnya.

Melalui penguatan sistem IKU, Bawaslu diharapkan mampu membangun tata kelola organisasi yang semakin modern, akuntabel, dan berorientasi pada hasil, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengawas pemilu dapat terus meningkat dari waktu ke waktu. (rain)