HALMAHERA UTARA, KabarMerdeka.Id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tobelo, Halmahera Utara,

menggelar rapat lanjutan persiapan kedatangan Kapal Penumpang KM Tatamailau. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Kantor UPP Kelas l Tobelo, Desa Rawaja, Kecamatan Tobelo, Rabu (22/04/2026) Pagi.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Upp Kelas I Tobelo bapak Saharuddin,ST.,M.APdan dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Halut Drs. F. N. Sahetapy, MH, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Tobelo, Kepala Desa Rawaja, serta perwakilan instansi terkait seperti TNI AL, Polisi Perairan (Polair), KP3, Karantina Kesehatan, Dinas Perindag, Pengurus TKBM, dan pihak PT Pelni.

Dalam sambutannya, Sharuddin menyampaikan bahwa rapat ini merupakan langkah konkret menyambut kedatangan KM Tatamailau yang dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Tobelo pada Senin, 27 April 2026 mendatang.

“Kehadiran kapal ini berdasarkan SK Dirjen Perhubungan Laut Nomor 612 Tahun 2025, di mana Pelabuhan Tobelo menjadi titik akhir trayek A dengan pangkalan di Bitung. Bupati menekankan agar pelayanan embarkasi berjalan tertib, aman, dan lebih baik dibandingkan pelabuhan lainnya, sehingga tidak terjadi kesemrawutan,” ujar Sharuddin.

Sesi pemaparan materi menjelaskan teknis alur pelayanan penumpang, mulai dari proses check-in, pemeriksaan keamanan, ruang tunggu, hingga pengangkutan menuju kapal menggunakan shuttle bus dengan jarak tempuh sekitar 700 meter. Sementara untuk alur kedatangan, penumpang akan menempuh jarak sekitar 175 meter menuju area parkir.

Dalam rapat juga didentifikasi beberapa potensi permasalahan, seperti ketidaktertiban kendaraan, keberadaan pedagang musiman, animo masyarakat yang tinggi, hingga kedisiplinan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM). Untuk mengantisipasi hal tersebut, ditetapkan sejumlah langkah penanganan, di antaranya penertiban area parkir, sterilisasi area pelabuhan dan trestle dari pedagang serta kendaraan umum, serta kewajiban penggunaan seragam dan identitas bagi TKBM.

Asisten I Setda Halut, Drs. F N Sahetapy, MH, menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak. Menurutnya, rekayasa lalu lintas menjadi tanggung jawab Dishub, penataan pedagang melibatkan kecamatan dan desa, serta simulasi operasional wajib dilakukan sebelum hari H.

“TKBM wajib pakai seragam lengkap nomor induk. Area pelabuhan harus steril. Kita ingin pelayanan ini memberikan kesan positif dan menjaga nama baik Halmahera Utara,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan TKBM menyatakan siap bekerja secara bergiliran dan disiplin, sementara pihak Pelni memastikan sistem tiket sudah berbasis digital melalui aplikasi Pelni Mobile dengan dukungan perbankan BUMN.

Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa seluruh instansi akan memaksimalkan kesiapan masing-masing, termasuk penguatan pengamanan dan rencana penyambutan secara adat, demi kelancaran operasional perdana KM Tatamailau di Bumi Hibualamo. Kegiatan berjalan aman dan lancar hingga pukul 12.15 WIT.

(Eko Putra Septtiyanto)