KABARMERDEKA.ID, MANADO – Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda, menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) merupakan fondasi utama dalam mendorong transformasi kelembagaan pengawas pemilu agar mampu menjawab tantangan zaman yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Herwyn saat menutup secara daring kegiatan Peta Persona: Pemetaan Kompetensi dan Persiapan Transformasi SDM yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Banten pada Kamis (21/5/2026).
Menurut Herwyn, kemajuan sebuah lembaga tidak hanya ditentukan oleh pembaruan infrastruktur, sistem kerja, maupun dukungan teknologi. Faktor yang paling menentukan adalah kualitas individu yang menjalankan organisasi tersebut.
“Transformasi kelembagaan harus dimulai dari peningkatan kualitas manusia yang ada di dalamnya. Demokrasi yang kuat membutuhkan individu yang berintegritas, memiliki visi organisasi, dan terus memperbarui pengetahuan serta kompetensinya,” ujar Herwyn.
Ia menjelaskan, perkembangan teknologi dan kompleksitas penyelenggaraan pemilu menuntut aparatur pengawas memiliki kemampuan yang semakin beragam. Selain memahami regulasi, pengawas pemilu juga dituntut menguasai literasi digital, kemampuan analisis risiko, komunikasi publik, hingga keterampilan menyelesaikan persoalan di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, metode Behavioral Event Interview (BEI) digunakan sebagai instrumen untuk memetakan kompetensi dan potensi pegawai secara lebih objektif. Hasil pemetaan itu nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan kebutuhan pelatihan, pengembangan karier, penempatan personel, serta penguatan budaya organisasi pembelajar di lingkungan Bawaslu.
Herwyn menilai proses pemetaan kompetensi merupakan langkah strategis untuk memastikan pengembangan SDM dilakukan secara terukur dan berbasis kebutuhan organisasi. Dengan demikian, setiap pegawai dapat memperoleh ruang yang tepat untuk meningkatkan kapasitas dan kontribusinya terhadap lembaga.
Ia juga menekankan bahwa kualitas pengawasan pemilu pada masa depan sangat bergantung pada kesiapan aparatur dalam beradaptasi dengan perubahan. Karena itu, investasi terhadap pengembangan SDM harus menjadi prioritas yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Kita harus menemukan, merawat, dan mengembangkan potensi ASN sebagai versi terbaik dirinya melalui proses belajar berkelanjutan,” tegas Herwyn.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu diharapkan dapat membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih adaptif, profesional, dan berbasis kompetensi sehingga mampu memperkuat kapasitas kelembagaan dalam mengawal demokrasi yang semakin dinamis. (rain)


Tinggalkan Balasan