JAKARTA – Pelaksanaan debat kedua calon Gubernur Kaltara yang diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni paslon nomor urut 1 Sulaiman dan Adri Patton, Nomor urut 2, Zainal A Paliwang dan Ingkong Ala, Kemudian paslon nomor urut 3,Yansen T Padan dan Suratno.
Helatan debat kedua kontestan Pilgub Kaltara, menyisakan sorotan positif terhadap atribut dan kostum yang di kenakan oleh masing-masing calon. Salah duanya, yakni pasangan ZIAP.
Keduanya, sepakat menggunakan kostum ciri khas kearifan lokal masyaraat Kaltara, mulai dari ikat kepala yang mengenakan Singal warna merah maron, hingga kombinasi warna baju biru langit muda dengan garis merah putih di dada.
“Hal ini menyiratkan berbagai makna pilosofi khas kedaerahan dan nasionalisme, sekaligus sebagai makna penghormatan terhadap pelantikan Presiden dan wakil Presiden RI terpilih,” ujar Zainal A Paliwang.
Salah satu pencetus ide desain baju tersebut yakni, anggota DPR RI H Rachmawati yang merupakan istri dari Zainal A Paliwang. Ia katakan, paslon nomor 2 ZIAP sengaja di desainkan kostum khusus untuk menghadapi debat kedua.
“Maknanya positif bagi masyarakat Kaltara,” tukasnya.
Makna yang terkandung pada kostum yang dikenakan pasangan ZIAP mengandung promosi budaya dan produk kreatif kearifan local warga Kaltara, termasuk bermaksud sebagai bentuk penghormatan kepada Presiden dan wakil presiden terpilih.
“Jadi jauh-jauh hari kita ingin merebut perhatian sebagai penyemangat paslon nomor 2 menghadapi debat dengan menggunakan kostum khas Kaltara, tetapi sekaligus juga mengandung arti pengharagaan terhadap presiden terpilih,”terangnya.
Nuansa Biru langit muda terlihat semarak dikenakan para ibu-ibu anggota DPR RI yang dilantik, terkhusus anggota DPR dari fraksi Gerindra. Saat itu Nampak terlihat mayoritas anggota DPR RI perempuan mengenakan kebaya berwarna biru langit muda saat pengambilan sumpah dan jabatan di gedung DPR-MPR RI Senayan Jakarta.(*)


Tinggalkan Balasan