HALMAHERA UTARA, KabarMerdeka.ID – Wajah budaya Halmahera Utara kembali memukau publik lewat digelarnya Kiarono Festival 2026.

Acara pembukaan yang berlangsung di Pelataran Rumah Adat Hibualamo, Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, pada Rabu malam (20/05/2026) tersebut sukses memadati lokasi dengan ribuan penonton yang antusias menyaksikan pertunjukan seni yang digawangi oleh generasi muda.

Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, S.Ag., M.Pd., Secara resmi membuka kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi tinggi.

Dalam sambutannya, ia menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara siap memasukkan Kiarono Festival ke dalam kalender agenda budaya tahunan daerah. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi, Kasman menaruh harapan besar kepada generasi muda.

Ia meminta para milenial dan Gen Z untuk memanfaatkan ruang digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah ke kancah yang lebih luas tanpa kehilangan identitas. “Di era digital ini, jadikan teknologi dan media sosial di genggaman kalian sebagai corong utama untuk memperkenalkan keunikan Halmahera Utara ke pentas global,” tegas Wabup Kasman.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa tema “Spirit Canga Of Hein Namotemo” bukan sekadar slogan, melainkan refleksi untuk merawat persatuan yang diletakkan oleh tokoh daerah, Ir. Hein Namotemo. “Hibualamo ini harus tetap berdiri kokoh sebagai simbol rumah besar kita bersama, tempat di mana seluruh perbedaan melebur dalam harmoni dan persaudaraan,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina Kiarono, Oscar Berto Mene, menegaskan bahwa festival ini lahir dari kesadaran kolektif pemuda Hibualamo. Baginya, acara ini adalah bukti bahwa generasi muda tidak melupakan akar sejarah dan ingin menjaga semangat persaudaraan atau “Spirit Canga” tetap hidup. “Festival ini bukan sekadar panggung hiburan musiman, melainkan gerakan kebudayaan yang lahir dari keresahan sekaligus semangat anak muda untuk saling merangkul dan membangun daerah,” ujarnya.

Acara pembukaan ditandai dengan suasana yang sangat kental dengan nuansa tradisi, mulai dari tarian lokal hingga atraksi seni yang memukau.

Momen penting lainnya adalah pembacaan ikrar perdamaian yang diikuti oleh Forkopimda, pemangku adat, dan pemuda, yang ditutup dengan prosesi pemukulan alat musik tradisional “pantong” secara serentak sebagai tanda dimulainya festival. Kiarono Festival 2026 dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 23 Mei 2026 mendatang, dengan menampilkan berbagai pameran industri kreatif dan seni rakyat. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Komisi I DPRD Maluku Utara Nazlatan Ukhara Kasuba, Danramil Tobelo Mayor Arh Mohammad Ali, serta sejumlah pimpinan OPD dan tokoh masyarakat.

(Eko Putra Septiyanto)