TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus memperkuat jalinan kerjasama dengan para peternak ayam potong yang beroperasi di wilayah Bulungan.

Langkah ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan daging ayam di Bumi Tenguyun. Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto, mengungkapkan bahwa ketersediaan ayam potong di daerah Bulungan masih sangat tergantung pada pasokan dari luar, seperti Tarakan, Berau, dan beberapa daerah lain.

Hingga saat ini, sebagian besar pemenuhan kebutuhan ayam potong di Bulungan masih mengandalkan pasokan dari luar, dengan persentase mencapai hampir 95 persen.

Kristiyanto menegaskan bahwa peternak lokal saat ini belum mampu memenuhi sebesar 5 persen kebutuhan total ayam potong di Bulungan, yang mencapai 8 ribu ekor per hari.

Dalam kurun waktu setahun terakhir, pemerintah daerah terus berusaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Bulungan.

Disperta, Bulungan telah menjalin kemitraan dengan peternak ayam potong dalam upaya mencapai tujuan tersebut. Mereka menargetkan dalam dua tahun ke depan, Bulungan tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah, dengan keyakinan bahwa hal tersebut dapat tercapai.

Kristiyanto menyatakan optimisme bahwa dalam dua tahun ke depan, Bulungan dapat menjadi mandiri dalam memenuhi kebutuhan ayam potong tanpa tergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Saat ini, populasi ayam potong di Bulungan baru mencapai 17 ribu ekor dalam sebulan, sementara kebutuhan harian mencapai 8 ribu ekor,” tukasnya.

Oleh karena itu, masih terdapat jarak yang cukup jauh untuk mencapai total kebutuhan saat ini.(rdk)