ADVETORIAL, TANA TIDUNG – Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menjadi narasumber dalam kegiatan dialog kebangsaan, dengan tema, Merawat Keutuhan Warga Tidung Menjemput Kejayaan 2029.
Dalam acara tersebut, Ibrahim Ali membahas mengenai revitalisasi rumpun Tidung dalam konstelasi pembangunan daerah dan nasional, serta meningkatkan kapasitas warga Tidung.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensosialisasikan rencana pembangunan daerah di masa yang akan datang.
Ibrahim Ali berharap bahwa dengan kegiatan ini, silaturahmi dan persaudaraan antar sesama suku Tidung dapat semakin harmonis dan berkelanjutan hingga ke generasi selanjutnya.
“Kita terus merawat keberagaman dan kekompakan dalam membangun daerah,” ucap Ibrahim Ali, beberapa waktu lalu.

Dalam dialog kebangsaan tersebut, ia menekankan pentingnya persaudaraan, kedamaian, serta kekompakan antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tana Tidung.
“Kita harus bersatu dalam membangun daerah,” tuturnya.
Hal ini menjadi sangat penting bagi masyarakat Tana Tidung, karena Tidung merupakan salah satu suku yang mayoritas yang ada di KTT.
Dalam pembangunan daerah ke depan, peran aktif dari seluruh elemen masyarakat dapat membantu percepatan pembangunan serta membangun kekebalikan yang kuat dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Selain itu, kegiatan seperti ini juga dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dinamika pembangunan di Kabupaten Tana Tidung dan menambah wawasan mereka akan isu-isu penting di daerah ini. Dalam dialog kebangsaan ini, Ibrahim Ali juga memaparkan lebih lanjut tentang program-program prioritas untuk memajukan Tana Tidung di masa yang akan datang.
Dengan kegiatan dialog kebangsaan yang digelar ini, diharapkan dapat memperkuat sinhronisasi program prioritas pemerintah daerah dan pusat, serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih baik dan merata di Kabupaten Tana Tidung. Tentu saja, hal ini bukanlah suatu tugas yang mudah dan membutuhkan dukungan serta kerja keras dari semua pihak. Namun dengan semangat gotong royong dan komitmen yang kuat, semua harapan tersebut dapat menjadi kenyataan. (rdk)


Tinggalkan Balasan