TANA TIDUNG – Koordinasi FGD RAD Pelayanan Kepemudaan, di buka langsung oleh Pjs. Bupati Tana Tidung, Dt Iqro Ramadhan bertempat di Yogyakarta, Rabu (30/10/2024).
Narasumber dalam kegiatan ini, yakni Yustia Elita, dari Kemenpora Republik Indonesia, Edgar Angkasa, perwakilan dari Kemendagri RI, Rini Admiwati, dari Dikpora Daerah Istimewa Yogyakarta, serta seluruh kepala SKPD yang tergabung dalam Tim Koordinasi Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan, dan Seluruh tim sekretariat percepatan pembentukan RAD Pelayanan Kepemudaan di KTT.
Dt Iqro Ramadhan dalam sambutannya menyatakan sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2022, telah memberikan mandat untuk dapat memberikan perhatian serius terhadap pengembangan potensi pemuda daerah.
“Pemuda merupakan aset bangsa yang harus kita bina dan kembangkan, sehingga dapat menjadi generasi emas yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Diharapkan, lewat FGD tersebut nantinya akan merumuskan langkah strategis yang terarah, termanajemen dengan baik dan rapi dalam satu koridor regulasi RAD Pelayanan Kepemudaan.
Ada beberapa catatan penting yang wajib diperhatikan dalam menyusun RAD ini, yakni identifikasi Kebutuhan. “Kita harus memahami secara mendalam, apa saja kebutuhan pemuda di Kabupaten Tana Tidung, baik itu dari domain pendidikan, pekerjaan, maupun pengembangan diri,” bebernya.
Kemudian, sinergitas ini berkaitan dengan pelayanan terhadap pemuda, tidak dapat dilakukan oleh Disparpora sendiri, melainkan membutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari seluruh perangkat daerah.
Lalu, soal partisipasi ini berbicara mengenai pelayanan tanpa objeknya, tentulah tidak berjalan dengan baik, sehingga membutuhkan partisipasi aktif juga dari para pemuda supaya dapat aktif terlibat dalam setiap kegiatan yang membutuhkan ide-ide terbarukan.
“Ini menjadi PR bagi pemerintah daerah untuk mewujudkan,” ulasnya.
Kemudian inovasi dan kreatifitas dalam merancang pelayanan kepemudaan haruslah menarik dan relevan terutama, di era digitalisasi seperti saat ini, dimana para pemuda hampir keseluruhannya melek teknologi.
“Lewat FGD ini kita dapat menghasilkan RAD Pelayanan Kepemudaan yang komperehensif,” tutupnya.(adv)


Tinggalkan Balasan